Sebuah novel yang lahir dari perenungan panjang mengenai realitas sosial urban, pergeseran ruang hidup, serta hangatnya kebersamaan yang tumbuh di tengah desakan modernisasi kota.
Sektor 7 bukan sekadar latar tempat fiktif, melainkan representasi dari banyak sudut kota yang sering kali dipandang sebelah mata. Di balik deru mesin, debu jalanan, dan semaraknya malam minggu di warkop sederhana, tersimpan kisah-kisah manusia yang jujur—tentang perjuangan mempertahankan martabat, keteguhan menjaga tanah peninggalan orang tua, serta keajaiban dari solidaritas organik antar sesama rakyat kecil. Melalui karakter Raka, Bimo, Maya, dan seluruh warga Sektor 7, penulis ingin menghadirkan potret nyata bahwa kebenaran dan harga diri tidak akan pernah bisa dinilai dengan lembaran angka.






Ulasan
Belum ada ulasan.